Sunday, September 16, 2012 1 comments

Ku Relakan Bahagia ku Demi Sahabat Ku


Pagi itu, aku terbangun dengan mata yang sembab dan membengkak. Semalam aku menangis di kamar sampai ketiduran. Entah berapa lama aku berderai air mata. Yah, aku baru saja mengalami kejadian yang membuat aku begitu sakit. Seorang cowok yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupanku kini malah menghancurkan semuanya......

Aku mengenal Dimas dari Santi,teman dekatku. Kebetulan tiap malem Dimas latihan silat di samping ponpes tempat ku mengaji kala malam hari. Awalnya aku biasa aja dengan kehadirannya. Ga ngefek sama sekali. Tapi hari-hari berikutnya Dimas memulai kedekatan kami dengan sekedar menitip salam padaku. Ga ada yang spesial memang. Tapi hari-hari ku kini mulai terasa indah dengan keberadaanya.

Hanya saja kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Disaat aku mulai menyukainya, tak ku sangka Dimas malah nembak Santi. Aku bener-bener ga tau harus berbuat apa. Tentu saja aku tak bisa menyalahkannya karna ini memang hak mereka. Aku mencoba  ikhlas dengan hubungan mereka. Aku berusaha tegar dan mendukung hubungan mereka meski sebenarnya hati ku begitu sakit. Itu semua aku lakukan karna aku masih menghargai Santi sebagai shbat ku. Aku memilih mengalah daripada harus kehilangan sahabat ku hanya karna seorang cowok. Meski hati kecil ku masih tetap mengharapkan Dimas.

Meski pacaran ama Santi,tapi nyatanya tetep aja Dimas ga pernah absent menghubungi ku. Entah sms atau pun telpon. Aku bingung harus bersikap gimana. Karna rasa ikhlas ku lah yang kini menuntunku untuk tetap berhubungan dengan dimas. Jujur saat itu aku benar-benar  telah merelakan Dimas.

Jadi apa salahnya jika aku menerima telpon dan smsnya. Sayangnya pikiranku masih terlalu cetek untuk menyikapi hal itu.  Tentu saja kedekatanku dengan Dimas yang telah ku anggap “teman” itu membuat Santi cemburu. Ia mengira Dimas selingkuh. Dan aku lah selingkuhannya! Kini antara Aku dan Santi serasa ada pemisah yang membuat kami tak lagi bisa seakrab dulu. Ada rasa canggung saat kami ngobrol,seperti orang yang baru kenal.

Hampir  2 tahun lamanya aku tak pernah bertemu lagi dengan Dimas sejak saat itu. Ia tak pernah lagi menghubungiku,atapun Santi. Dimas seperti menghilang di telan bumi. Akupun perlahan bisa menghapusnya dari ingatan ku dan Santi juga telah kembali seperti sedia kala,meski sekarang ia agak tertutup soal cowok.

Kini hari-hari ku semakin berwarna setelah berhasil lolos seleksi dan masuk di SMK favorit di kota ku. Yah,menjadi anak baru tentunya bukan hal yang gampang. Karna aku termasuk anak yang sulit beradaptasi. Aku terlalu cuek dengan apa yang ada di sekitar ku. Namun kini aku telah memiliki beberapa teman akrab.

Tapi hanya satu yang kurasa telah benar-benar akrab. Namanya Putri. Dia temen sebangku ku. Anak nya cukup asyik, meski terkadang ada saat-saat dimana  aku merasa muak padannya. Ada bberapa sifatnya yang tak ku suka. Dia terlalu pede dan kalo ngomong ato ngpapa’’in asal jeplak aja!uukh..yang paling bikin aku sebel saat bersamanya, ngeliat cowok ganteng dikit aja langsung dah tuh kaya ikan kena pancingan. Klepek-klepek ga jelas! Mending kalo di niatinama satu cowok. Nah ini.. tiap ada cowok selaluu aja tingkahnya gtu. Bikin aku tambah mual. Tapi mo diapain juga dia tetep temen terbaik ku(untuk saat ini).

Entah mimpi apa yang ku dapat semalem, pagi itu aku shock setengah mati denger cerita putri soal cowok barunya. Cowok itu... Dimas!! Dimas yang ku kenal bberpa tahun lalu. Yang telah hilang dari kehidupanku setelah menorehkan luka di hati ku. Aku tak habis pikir! Aku memang telah mengenalkan putri pada temen ku yang posisinya juga sbg temen deketnya Dimas.  Tapi aku ga pernah mikir semua ini bakal salah alamat. 

Justru Dimas lah yang kini berpacaran dengan putri. Oh god!! Semoga waktu sedang bercanda..! aku ga mau kejadian itu terulang kembali. Aku takkan sanggup jika harus mengulangnya. Berpura-pura tegar seperti dulu. Aku muak!! Tapi kenyataanya kini,mereka memang pacaran. Tak ada yang bisa ku lakukan selain merelakan mereka. Sama seperti yang ku lakukan dulu. DEMI SAHABAT,!!  T,T
oo0(^_^)0oo

0 comments

Kisah nyata taubat seorang gay : Ketika saya menemukan diri saya seorang gay


Ketika saya menemukan diri saya seorang gay...
Saya lahir dalam sebuah keluarga Muslim yang ta'at. Semua anggota keluarga saya menjaga sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjalankan semua ritual dan ajaran Islam. Orangtua saya melaksanakan Hajji pada tahun 1970-an. Ada 14 bersaudara dalam keluarga. Saya yang ke-11 dan anak laki-laki yang terakhir dari 5 saudara laki-laki dan 9 saudari perempuan. Saya dekat dengan saudari-saudari perempuan saya dan ibu saya membandingkan dengan saudara-saudara laki-laki saya. Ayah saya meninggal ketika saya berusia 10 tahun.
Saya merasa tertarik kepada laki-laki ketika saya muda. Mungkin rasa itu berkembang ketika saya berusia 10 tauhn. Pada usia 14 tahun, saya tahu bahwa saya tidak ingin untuk menikah karena saya tidak tertarik kepada wanita. Saya berpikir bagaimana saya akan menghadapi saudara dan saudari saya ketika mereka semua akan menikah dan saya tetap single.
Dunia saya membingungkan seiring dengan saya bertanya pada diri sendiri, ‘mengapa laki-laki menikahi wanita ketika dalam kenyataannya mereka mencintai laki-laki?'. Kemudian saya sadar bahwa hanya saya yang merasa hal itu. Saya tidak pernah dilecehkan oleh siapapun. Saya masih tidak tahu mengapa ini mempengaruhi saya.
Pengalaman Sex Sesama Jenis
Entah bagaimana, waktu berlalu begitu cepat dan saya telah menghadapi kenyataan ini bahwa saya masih melajang selamanya. Untungnya, beberapa saudara dan saudari saya telah menikah ketika saya masih belajar di Amerika Serikat. Ketika saya menyelesaikan gelar saya, saya tinggal di Kuala Lumpur, jauh dari keluarga saya. Oleh karena itu, saya bisa melarikan diri dari pertanyaan pernikahan.
Pengalaman sex sesama jenis (Same Sex Experience – SSE) pertama saya dimulai pada saat hari-hari kuliah. Itu terus berlanjut setelah menyelesaikan studi saya ketika saya menetap kembali di Kuala Lumpur.
Melangkah lebih jauh, karena pekerjaan saya membawa saya ke Timur Tengah. Selama waktu itu, saya masih terus sholat. Terkadang, saya merasa sangat malu untuk menghadap Allah pada saat sholat karena saya baru saja melakukan sex sebelumnya. Terkadang, saya menanti hingga hari berikutnya. 
Meskipun karir saya naik, saya merasakan kekacauan dalam hidup saya. Karir saya tidak berjalan semulus yang saya inginkan. Hidup saya kosong dan emosi yang tidak stabil karena saya terus berganti-ganti pasangan. Kemudian, saya membaca sebuah hadits tentang mereka yang melakukan sodomi.
Dua tahun kemudian, saya keluar dari pekerjaan. Saya pikir bahwa itu adalah saat terburuk dalam hidup saya ketika kenyataannya itu adalah saat terbaik yang pernah ada. Saya mulai membaca terjemahan Al-Qur'an. Imam di sebuah Masjid kecil membaca hadits (dari kitab Imam An-Nawawi) setiap pagi setelah sholat Subuh. Saya sekarang menyadari, betapa hadits-hadits ini telah membentuk hidup dan pemikiran saya.
Saya juga membaca biografi Nabi Muhammad (shalallahu ‘alaihi wa sallam) dan biografi 10 sahabat (radhiallahu ‘anhum) yang dijanjikan Jannah. Kisah-kisah ini menggerakkan hati saya.
Meskipun dengan semua itu, saya masih melanjutkan SSE saya, karena kebiasaan buruk susah hilang. Selama masa enam bulan bekerja, Allah mengajari saya bagaimana untuk berserah diri kepada-Nya. Ketika saya lapar, tanpa ada makanan untuk dimakan, Allah mengirimkan orang-orang yang menawari saya untuk makan bersama mereka. Saya tidak meminta kepada Allah untuk ini. Dia (Allah) sangat memahami saya. Saya merasa bahagia.
Berserah diri kepada Allah adalah titik balik dalam hidup saya. Membaca terjemahan Al-Qur'an telah mengubah persepsi saya dalam berpikir dan melihat dunia ini. Saya membaca buku Road to Mecca karangan Muhammad Assad. Saya merasa sepenuhnya seperti seorang Muslim yang baru. Namun meskipun dengan semua itu, saya masih melakukan SSE.
Kata-kata dari Nabi Luth (‘alaihisalam) kepada ummatnya membuat saya merenung. "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu," (Huud: 78)
Saya tersenyum sinis, karena saya tahu ummat itu tidak tertarik kepada wanita, bagaiamana dia menawarkan putri-putrinya? Tetapi lagi-lagi, ini adalah perkataan seorang Nabi (yang difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur'an – pen), pasti ada kebenaran padanya.
Maret lalu, ketika saya membaca Al-Qur'an setelah sholat Subuh, saya berdo'a dalam hati bahwa semoga Allah memberikan saya seorang pasangan wanita. Saya ingin mengakhiri semua ini. Saya lelah dengan hidup saya. Saya merasa seperti setiap kali saya mendaki tangga untuk mencapai tingkat keimanan yang lebih tinggi, saya jatuh ketika saya melakukan SSE.
Menikah (Solusi)
Dengan menikah, saya dapat menyalurkan hasrat seksual saya sesuai dengan Islam. Dalam satu minggu, Allah mengirim seseorang yang ingin mengenalkan saya kepada tantenya. (Saya bergumam dalam hati: Seorang tante?). Saya bilang, "Ok, jika saya memiliki waktu."
Kemudian wanita itu dibawa kepada saya pada malam yang sama. Tidak ada percakapan yang banyak kecuali yang dia katakan bahwa perjalanan favoritnya adalah dari rumahnya ke Masjid. Itu adalah kalimat terakhir yang kami bicarakan sebelum saya menundanya untuk ke Masjid untuk sholat ‘Ashar.
Setelah pertemuan pertama, kami berhubungan satu sama lain melalui sms. Dia bertanya kepada saya bahwa ‘Mengapa Saya tidak menikah?'. Saya sedikit terkejut dan menjawab dengan berbagai alasan. Saya benci untuk memberitahukan bahwa kenyataannya saya tidak menikah karena saya homosexual. Setelah sepekan ber-sms-an, saya bertanya kepadanya apakah OK untuk memberitahu ibu saya tentang kami dan saya bahwa saya menemukan seseorang yang tepat. Dia katakan "OK".
Dalam waktu tiga bulan, kami menikah dalam resepsi yang kecil. Allah memberi saya seorang istri (Alhamdulillah). Dia memenuhi 9 dari 10 daftar syarat saya. Saya memberitahukan kepadanya bahwa satu dari yang dia tidak penuhi adalah bahwa dia seorang wanita, bukan seorang laki-laki. Dia tersenyum…
Allah memberikan saya kualitas pada dirinya seolah-olah saya menjabarkan daftar syarat saya.
Allah sangat memahami saya dengan baik dan mengetahui apa yang membuat saya bahagia. Selama tiga bulan dimana saya mengenalnya (sebelum menikah), saya tidak merasa tertarik padahnya, saya tidak merasa bergairah, begitupun juga dia pada saya. Saya berserah diri hanya kepada Allah dan saya membaca Al-Qur'an yang Dia yang Menaburi perasaan cinta itu.
Saya berdo'a kepada Allah untuk memenuhi kami dengan cinta dan membuat saya merasa bergairah bersamanya. Benarlah, Allah mengabulkan permohonan saya.
Selama proses mengenal istri saya, saya bergabung dengan grup di YahooStraight Struggle,yang berbasis di UK, untuk Muslim yang menghadapi Ketertarikan Sesama Jenis (Same Sex Attraction - SSA) di seluruh dunia. Saya berbagi tentang pengalaman hidup saya di grup itu. Saya bahagia, saya membuka jalan dan mendorong beberapa orang untuk mengambil langkah pertama untuk menikah dan melawan ketakutan akan malam pertama pernikahan.
Insya Allah, sedikit kontribusi saya semoga akan membimbing banyak keberhasilan heterosexual (ketertarikan terhadap lawan jenis sesuai fitrah manusia -pen) di masa depan, Aamin.
Diterjemahkan dari Onislam, "When I found out I Am a Gay", 31 Mei 2012
(siraaj/arrahmah.com)

0 comments

Pria Muslim Yang Selalu Shalat Di Atas Taxinya Di New York



Salat adalah kewajiban seorang yang mengaku muslim dan tiang agama. Kaum muslim harus menunaikan salat wajib lima waktu dalam satu hari. Buat Anda tinggal di negara mayoritas Islam mungkin tidak bakal menemukan masalah. Anda bisa singgah di masjid manapun. Tetapi bagaimana jika tinggal di wilayah mayoritas bukan Islam ?  bldirgantara.blogspot.com
Dalam sebuah video diunggah di situs Youtube memperlihatkan keteguhan seorang muslim menjalankan salat wajib. Tidak tanggung-tanggung dia menunaikan ibadah wajib itu di atas bagasi sebuah taksi dengan menggelar sajadah. Menurut pengunggahnya, linimasa akun somalifox, peristiwa itu terjadi di salah satu sudut Kota New York, Amerika Serikat.

Durasi tayangan itu cukup singkat, yakni hanya 34 detik. Kualitas gambarnya pun sangat baik. Mungkin diambil dengan kamera definisi tinggi. Video itu diunggah Januari tahun lalu.
Dalam video itu terlihat meski sang pria salat di atas taksi berada di pinggir jalan, dia tetap khusyuk menunaikan ibadah wajib umat muslim itu. Orang-orang di sekitarnya lalu-lalang sambil sesekali melirik aksi lelaki itu. Mungkin bagi mereka terasa aneh. Maklum saja, sejak peristiwa serangan ke Menara Kembar Pusat Perdagangan Dunia (WTC) sebelas tahun silam, sentimen anti-Islam meningkat di Negeri Paman Sam itu.
Senin lalu, publik muslim Amerika bahkan dikejutkan dengan peristiwa pembakaran sebuah masjid di Kota Joplin, Negara Bagian Missouri.  bldirgantara.blogspot.com Semua rata dengan tanah habis dilalap si jago merah. Biro Penyelidik Federal bahkan menawarkan hadiah USD 15 ribu atau setara Rp 141 juta bagi siapa saja memberikan informasi soal pelaku pembakaran.


Liat Videonya..!!! di http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=x3qK6Em3Bmo
0 comments

Persepsi SALAH soal MIE INSTAN, Inilah Faktanya


Banyak isu berseliweran seputar makanan instan yang membuat hati tak tenang. Misalnya saja soal lilin yang katanya menempel pada mi, atau tentang cara pengolahan yang harus pas agar aman di konsumsi. Ikuti penjelasan Prof.Dr.F.G.Winarno, mantan Presiden Codex Dunia & Ketua Dewan Pakar PIPIMM (Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman) mengenai mie instan.



Dibalik kelezatannya banyak persepsi salah yang beredar seputar mi instan.Daripada terjebak isu tak jelas, mari Bro dan Sis smua pahami fakta seputar makanan favorit ini.

Mitos : Mi instan mengandung lilin. Oleh karena itu, ketika dimasak airnya menguning.
Fakta : SALAH. Mi instan tidak menggunakan lilin. Lilin adalah senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Lilin sebenarnya ada pada makanan alami, spt apet/kubis. Kubis jika dicuci dengan air tidak langsung basah, atau apel yang jika di gosok akan mengilap. Itulah lilin yang memang diciptakan alam

Mitos : Mi instan menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.
Fakta : Dalam proses pembuatannya mi instan menggunakan metode khusus agar lebih awet, namun sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu cara pengawetan mi instan adalah deep frying yang bisa menekan rendah kadar air(sekitar 5%). Metode lain adalah air hot drying (pengeringan dengan udara panas). Inilah yang membuat mi instan bisa awet hingga 6 bulan. asalkan kemasannya terlndung secara sempurna. Kadar air yang sangat minim ini, tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak. Malah mi instan tidak beraroma tengik serta tidak menggumpal basah. Langkah terakhir untuk memastikan mi instant layak konsumsi adalah perhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsanya

Mitos : Metode dua air terpisah adalah cara terbaik memasak mi
Fakta : Justru air rebusan mi pertama yang mengandung kandungan takaroten yang tinggi. Semua vitamin (dari minyak dan bumbu) yang larut dalam air terdapat dalam air rebusan pertama ketika memasak mi. Apabila air rebusan di ganti dengan air matang baru, semua vitaminnya menghilang. Selain itu, minyaklah yang membuat mi (atau makanan lain) lebih enak. Jadi air rebusan pertama tidak perlu dibuang. Dan kandungan betakaroten juga tecoferol dalam minyak sangat berguna memenuhi kebutuhan gizi

Mitos : Penggunaan styrofoam berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika styrofoam terkena air panas, seperti ketika memasak mi instan dalam cup.
Fakta : Styrofoam untuk mi instan cup terbukti aman di gunakan, karena telah melewati standar BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan. Cup yang dipakai mi instan adalah styrofoam khusus untuk makanan. ia memang bisa menyerap panas, ini terbukti setelah di seduh air panas, tidak terasa panas di tangan ketika dipegang. Tetapi karena proses pressingnya memenuhi standar, tidak menyebabkan molekul styrofoam larut (rontok) bersama mi instan yang di seduh air panas. Jadi, jika selama ini khawatir dengan mi instan menempel pada cupnya ketika di seduh air panas, sematamata disebabkan tingginya kadar minyak dalam mi (sekitar 20%). Desain pun dibuat berbeda yaitu dengan menambahkan gerigi dibagian atas cup, sehingga tak langsung panas di tangan. Selain itu, expandable polysteren yang di gunakan mi instan cp telah melewati penelitan BPOM dan Japan Environment Agency sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan. Berdasar penelitian tsb, kemasan ini aman digunakan.

Mitos : Mi instan kenyal karena bahan bakunya adalah karet.
Fakta : Sama sekali tidak ada bahan karet dalam bahan baku mi insta. Mi instan dibuat dari bahan bahan berkualitas tinggi dan pilihan terbaik seperti tepung terigu yang sudah difotifikasi dengan zat besi, zinc, vitamin B1,B2 dan asam folat. Begitu pula dengan bumbu, yaitu bawang merah, cabe merah, bawang putih, dan rempahrempah. Pembuatannya pun digarap serius. Melewati proses pengeringan yang telah dipaparkan sebelumnya, seperti hot air drying atau deep frying. Karena itulah mi instan kenyal dan tidak mudah putus.


Saturday, September 15, 2012 0 comments

Engkaulah Surgaku, Ibu :)


ENGKAULAH SURGAKU



Hari ini aku bertanya
Untuk diriku sendiri
Sederhana, tapi tak sesederhana itu
Untuk menjawabnya

Butuh waktu
Perjuangan
Kesungguhan
Entah...apa lagi

Tanya yang harus ku jawab
Dengan, benar..pasti
Hingga ku yakin
Itu...pasti benar

Tuhan..Engkau bilang
Surga ditelapak kaki ibu
Makna yang terbalut bahasa
Yang sulit ku terjemahkan

Biarkan ku coba mencari
Mulai hari ini..dan seterusnya.
Hingga kuberhenti 
Kudapati semua jawab

Ibu...
Ijinkan aku mencari Surgamu
Yang masih rapat...tersimpan
Diantara rimbun belantara hidup

Ibu...
Kumohon petuahmu
Apa kan kubuat
Untuk bahagiamu

Ibu...
Tunjukkanlah
Arah mana kan ku tuju
Timur, selatan, barat atau utara
Tuk kudapat ungkap semua-jawab 

0 comments

Terima Kasih Ibu


TERIMA-KASIH..IBU



IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih

Kulitmu tak lagi kencang

Penglihatanmu tak lagi terang

Jalanmu kini sudah mulai goyang



Namun..apa yang terlihat

Semua itu tak pernah engkau rasakan

Semua itu tak pernah engkau pedulikan

Aku paham, semua itu demi anakmu



Sepanjang jalan engkau mengais rejeki

Sepanjang waktu engkau berhitung

Berapa laba kau dapat hari ini

Tuk membayar semua letihmu



Engkau tak lagi dapat membedakan

Mana siang, mana malam

Semangat mengalahkan gemetar kakimu

Dan segala rasa lelahmu



Ini semua...untuk siapa?

Hanya untuk anakmu

Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat

Mencapai setumpuk asa



IBU...sampai kapanpun,

Anakmu tak kan pernah lupa

Atas semua jasa, do'a dan derita

Keringat yang engkau cucurkan



IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban

Hanya surga yang pantas membayar tulusmu

Hanya Tuhan yang pantas menjagamu

Dunia dan akherat...



IBU...

Anakmu kan selalu merindumu

Do'a di setiap hembus nafas ini

Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu

0 comments

Puisi Terakhir =)


Dari kecil dia sudah terbiasa ditinggal oleh ibunya ke luar kota, semenjak adanya pertengkaran di rumahnya itu, dia memang berasal dari keluarga yang tidak mampu  dia adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara, namun kedua orang tuanya sangat ingin melihat anaknya sukses yah walaupun untuk biaya sekolahnya sang kakak harus berhenti sekolah dan hanya sampai kelas 2 SMA, sang kakak bekerja di kota untuk membiayai keluarganya, walau sangat di sayangkan sang kakak keluar namun apalah daya ibu bapak nya yang tak mampu membiayai sekolah sang kakak, dia hanya bisa menangis melihat sang kakak pergi ke kota meninggalkan mimpinya untuk menjadi orang yang berpendidikan tinggi.
Saat dia duduk di bangku SMP kelas 2 dia berusaha belajar keras untuk bisa memberikan kado terindah untuk keluarganya  yaitu berupa prestasi , dia ingin sekali menjadi juara  dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya.
Berbagai masalah keluarga sering muncul yang membuatnya semakin sedih melihat kedua orang tuanya selalu bertengkar mempermasalahkan keuangan bagaimana buat makan besok, uang bangunan sekolah ku, semua itu membuat mereka pusing, ayah yola hanyalah seorang petani  yang selalu di remehkan oleh saudara-saudaranya yang cukup mampu.
Dengan kerja kerasnya itu ahirnya yola bisa meraih mimpinya itu, dia bisa menjadi juara dan mendapat beasiswa unuk melanjutkan sekolah, yola memang anak yang cukup panadai dia selalu blajar untuk bisa mendapatkan prestasi yang bagus di sekolah. Hal yang paling terindah bagi yola hanyalah bisa menjadi juara menjadi nomor 1 sehingga ia tak pernah mempunyai pacar, bukan dia tak mau punya pacar namun keluarganya melarang untuk dekat dengan lelaki sehinga dia merasa takut untuk berpacaran, dia gadis yang sangat polos.
kehidupan yola mulai berkecukupan setelah 3 tahun ka dini bekerja di kota dan membiayai kebutuhan yola semenjak SMP sampai SMA  dan keluarganya di kampung. Yola sangat menyayangi kakaknya itu dia bertekad untuk bisa membanggakan mereka dengan prestasinya. Dan perasaan bahagia yang tak terkira saat yola juga bisa menjadi juara  di SMA. Keluarganya sangat bangga dengan prestasinya itu Semua piagam penghargaan di pajang di kamarnya.

KULIAH, menjadi keinginan terbesarnya, dengan mengambil jurusan sastra dia harap bisa menjadi seorang penulis yang bisa menuangkan semua derita hatinya. Namun jika untuk kuliah keluarganya tak sanggup untuk membiayai.
“tak usah kuliah nak, bapak mu ini tak punya uang untuk membiayaimu kuliah”
“tapi pak, yola ingin menjadi orang. kalau yola kuliah itu bisa mengangkat derajat keluarga kita, takan ada lagi orang yang berani menghina kelurga kita karena tak punya apa-apa”
“iyah, tapi bagaimana dengan biayanya, bapak dan ibu mu ini tak punya uang, untuk makan saja mungkin cukup, orang kakak mu juga gak kuliah sekolahnya aja liren di tengah jalan memangnya kamu gak kasihan sama kakakmu”
“ bapak, justru ka dini yang mendorong yola untuk kuliah kakak yang nanti akan membiayai aku kuliah”
“ memangnya kamu ini mau jadi apa to ndo?”
“ya pokok nya yola  ingin membahagiakan bapak, ibu dan semuanya” “ya sudah, terserah kamu ndo tapi bapak gak bisa kasih apa-apa, bapak dan ibu hanya bisa mendo’akan kamu disana, dan bapak pesen jangan pacaran kalau pacaran mendingan keluar saja kuliahnya soalnya nanti bisa mengganggu kuliah kamu”
“iyah pak. Yola selalu ingat pesan itu”

Perjalan hidup yang begitu panajang, dia hanya di temani karya-karyanya.
KESEPIAN,, tentulah dia rasakan,  semua temannya adalah perempuan tak ada laki-laki yang mau menjadi pacarnya, bukan karena dia tak cantik tetapi karena kepribadianya yang tertutup sekali dengan pria. Banyak sekali yang menyukainya namun mereka minder untuk mendekatinya, dia seorang perempuan yang yang memiliki wibawa.
Jauh di lubuk hatinya ternyata dia memndam perasaan kepada seorang pria, namun tak mungkin baginya untuk bisa memilikinya  bibirnya tak mungkin berucap. Puisi yang menyayat hati yang selalu dia buat kala hatinya gundah. Sahabat-sahabatnya pun tak pernah tahu siapa pria yang dimaksud yola itu dia tak pernah cerita, itu adalah rahasia cintanya.
dari sebelum lulus kuliah sudah banyak karyanya yang di terbitkan. Novel dan puisi-puisinya banyak disukai para remaja.

SENDIRI,, itu sudah biasa baginya tak mengapa tak pernah merasakn indahnya jatuh cinta asal dia bisa meraih prestasi yang dia inginkan itulah Yang selalu tertanam di benaknya.
Kini kehidupan keluarganya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya  hasil dari karya-karya nya, kini tak ada lagi yang menghina kelurganya, bahkan saudara-saudara dari keluarga bapak nya itu kini malah berbalik mereka kini tak punya apa-apa sama seperti keadaan keluarganya dulu bahkan jauh lebih buruk.

Pagi itu sekitar pukul 07.00 ibunya mengetuk pintu kamar anaknya itu, namun tak ada jawaban, ah mungkin masih tidur ucap sang ibu.
Pukul 09.00 sang ibu pun kembali mengetuk pintu kamar anaknya, namun sama tak ada jawaban sang ibu pun membuka kamar yola dan melihat anaknya itu masih ada di depan komputer. Sang ibu pun mendekati anaknya sambil mengusap-ngusap rambut anaknya.
“yola,, ayo bangun sudah siang, ibu sudah bikin sarapan ayo kita makan bareng”
Namun sang ibu merasa aneh karena anaknya itu tak juga bangun.
Sang ibu langsung panik dan memanggil sang bapak.
“pak,, bapak kesini yola gak bangun-bangun”
“ya biarin saja lah bu mungkin kecapean”
“cepetan pak, yola pingsan,”
“apa? iya,,iya sebentar”
bapaknya langsung menghampiri kamar anaknya itu dan langsung memanggil dokter.
Sekeluarga sangat panik karena tak biasanya yola pingsan, dokter  pun mengatakan kondisi yola yang sudah tak bernayawa lagi di akibatkan liver nya yang sudah parah.
Bapak, ibu, dan adiknya mereka sangat terkejut mendengar keterangan dari sang dokter. Ibunya langsung menghampiri anaknya yang sudah tiada yang kini terbaring di tempat tidur sambil menagis. Sang bapak pun tak kuasa menahan kesedihan itu dia menagis di ahadapan putrinya yang sudah tiada, begitu pula dengan sang adik yang menangis sambil menelepon kak dini yang sedang berada di kota bahwa kakak keduanya telah meniggal dunia. Kak dini langsung pulang dengan penuh kesedihan memdengar adiknya telah meninggal. Semua keluarganya sungguh tak menyangka akan penyakit yola itu karena dia tak pernah mengeluh sakit apapun.
Setelah selesai pemakaman, kak dini memandangi kamar adiknya dengan deraian air mata, dia menghampiri komputer yang masih menyala dikomputer itu tertulis sebuah puisi  yang merupakan pesan terakhir dari adiknya saat sebelum yola meninngal. Ternyata adiknya itu sudah tahu bahwa hidupnya  tak lama lagi namun dia tak pernah mengatakan akan penyakitnya itu.
Semua keluarga dan sahabat-sahabatnya menangis saat membaca puisi itu.

 Saat aku tersenyum aku bahagia
Saat aku sedih akupun masih tetap tersenyum
Tak pernah kuinginkan keadaan ini
Namun aku harus pergi jauh

Harapanku sudahlah terwujud
Menjadi seperti ini adalah yang aku inginkan
Sedih, bahagia ku curahkan disisni
Ku mohon  Jangan tangisi saat aku pergi

Maaf  untuk kalian yang ku tinggalkan
Meski aku telah pergi kenanglah aku
Tetaplah menjadi orang yang menyayangiku
Walaupun kini aku telah pergi



 
;